Minggu, 25 September 2011

Kepemimpinan Ala Rasulullah SAW

Bagi kaum muslimin dimana saja berada, Nabi Muhammad SAW bukan saja sebagai seorang nabi, rasul, namun juga menjadi manusia teladan (uswatun hasanah) yang tidak saja dikagumi oleh manusia (muslim maupun non muslim), bahkan malaikat menjadi malu jika berada di dekatnya.
Betapa besar pengagungan kita seorang muslim kepada Beliau karena dikarenakan betapa besarnya nilai-nilai kebaikan,kemuliaan agama ini yang direfleksikan oleh perkataan beliau, tindakan beliau. Sehingga beliau digelari Alquran berjalan, dikarenakan betapa mudahnya para sahabat mengerti akan kandungan isi Alquran ketika berinteraksi dengan Rasulullah SAW.
Pembahasan ini menitik beratkan pada meneladani kepempinan Rasulullah SAW.
Dalam surat Al-Ahzab ayat 21 "Sesungguhnya adalah bagi kamu dalam diri Beliau (Rasulullah SAW) terdapat contoh teladan yang harus diikuti....". Bagi seorang muslim, seharusnya teladan kita, panutan kita bahkan idola kita adalah Rasulullah SAW. Beliau dengan sangat teliti dan hati-hati mencontohkan semua perbuatan baik dan menjauhkan diri dari melakukan perbuatan buruk dengan sangat teliti dan jelas.
Sesungguhnya banyak hal yang bisa dijabarkan dari sifat Rasulullah SAW namun semoga 4 sifat teladan ini sungguh menjelaskan betapa sifat kepempimpinan beliau mengakar kepada kita walau beliau telah wafat beberapa abad yang lalu, sifat kepemimpinan beliau disegani kawan dan dihormati lawan sekalipun.
1. Shiddiq (jujur). Ini adalah sifat kejujuran yang sangat ditekankan Rasul baik kepada dirinya maupun pada para sahabat-sahabatnya (Semoga kita juga meneladaninya).Adalah ciri seorang muslim untuk jujur. Sehingga Islam bukan saja menjadi sebuah agama namun juga peradaban besar.
2. Amanah (bisa dipercaya). Sifat ini ditanamkan khususnya kepada para sahabat yang ditugaskan di semua hal apa saja untuk bisa berbuat amanah, tidak curang (atau juga korupsi di zaman sekarang) dalam hal apa saja. Sesuatu yang sekarnag menjadi sangat langka di negeri muslim sekalipun (miris).
3. Tabligh (menyampaikan yang benar). Ini adalah sebuah sifat Rasul untuk tidak menyembunyikan informasi yang benar apalagi untuk kepentingan umat dan agama. Tidak pernah sekalipun beliau menyimpan informasi berharga hanya untuk dirinya sendiri. Subhanallah.
4. Fathonah (cerdas). Sifat Pemimpin adalah cerdas dan mengetahui dengan jelas apa akar permasalahan yang dia hadapi serta tindakan apa yang harus dia ambbil untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada umat.

Dengan mengenal beberapa sifat tadi, kita mungkin bisa sedikit mengerti kenapa Seorang Rasulullah yang ummi (tidak bisa membaca) mampu menjadi seorang Nabi, Rasul,Kepala Keluarga, Ayah, Suami, Imam Shalat, Pimpinan Umat, Pimpinan Perang menjadi sangat sukses dalam setiap hal yang beliau geluti. Semoga menjadi landasan bagi kita dan para pemimpin muslim untuk mampu meneladani apa-apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Sumber:
1. http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/1974356-meneladani-kepemimpinan rasulullah-saw/#ixzz1U7qHlTzx

10 Langkah Kewirausahaan

STEP 1, START WITH A DREAM
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’. 


STEP 2, LOVE The Products or Services
Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita bekerja keras dengan senang hati.
Enthusiastism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru. 



STEP 3, Learn The BASICS of BUSINESS.
Pelajarilah fundamental business. : BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.Carilah -guru- yang baik. 


STEP 4, Willing to Take CALCULATED RISKS.
Ambilah resiko. The gain that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken:
Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entreprenneur dengan manager. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah maju. 



STEP 5, Seek Advice, But Follow Your Belief.
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan “indera ke enam” nya. 


STEP 6, Salesmanship and Customer Understanding.
Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.



STEP 7, Work HARD, 7 Days a Week, 18 Hours a Day.
Kerja keras. Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya. 


STEP 8, Make Friends As Much As Possible.
Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. 



STEP 9, Deal With FAILURES.
Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah! 


STEP 10, Just Do It, NOW!
Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan:
READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, kerena besok bukanlah milik kita. 

Kesombongan Selalu Menghancurkan Pemiliknya

Hiduplah seekor tikus muda di padang rumput yang sangat luas. Tikus muda ini memiliki sifat yang buruk yaitu ia merasa yang terkuat dan tercerdik di antara semua tikus di dunia. Ia sangat sombong dan tidak dapat memahami kenyataan yang sebenarnya. 
Pada suatu hari, tikus ini berjalan sambil bersiul di padang rumput. Tidak lama kemudian, dia melihat seekor onta yang tengah lahap memakan rumput segar. Tikus sombong ini dalam hati berkata, "Bagaimana kalau aku mencuri onta ini? Ia menyukai idenya itu kemudian maju dan menarik tali kekang onta tersebut. Karena baru saja melahap banyak rumput segar, onta itu hanya menurut kemana si tikus itu membawanya. Selain itu, onta juga ingin tahu kemana tujuan tikus kecil ini. Tikus tidak mengetahui bahwa onta hanya mengikutinya untuk bersenang-senang saja. Namun dalam hati, tikus mengira bahwa dirinya yang berhasil menyeret onta ini mengikuti dan berkata, "Siapa yang pernah melihat seekor tikus menggiring onta? Aku sangat kuat. Aku tikus terkuat dan tercerdas di dunia."
Tikus dan onta berjalan jauh hingga sampai ke sebuah sungai yang arusnya deras sekali. Tikus berdiri di tepi sungai dan melihat derasnya gelombang air di hadapannya. Dalam hati itu berkata, "Bagaimana aku bisa menyeberang melewati sungai itu?"

Menyaksikan tikus yang berhenti dan diam itu, onta berkata, "Mengapa kau heran? Majulah dengan gagah berani, jangan takut apapun. Kau adalah pembimbing dan penunjuk jalanku." Tikus sangat malu mendengar perkataan onta itu dan ia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Pada akhirnya ia berkata, "Kau takut untuk menyeberang? Bukankah kau kuat dan cerdik? Bahkan kau mampu menggiring onta sebesar diriku ini mengikutimu? Bagaimana mungkin kau takut menyeberangi sungai kecil ini? Biar aku yang menyeberang dan mengukur seberapa dalam air sungai ini." Onta kemudian menyeberang dan mengukur kedalaman sungai tersebut. Kemudian ia berbalik dan berakta kepada tikus, "Coba kamu lihat, air sungai kecil ini hanya selututku. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Mendengar ucapan itu tikus terkejut dan berkata, "Wahai onta, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan bukan?" Onta menjawab, "Tidak, aku tidak tahu apa-apa." Tikuspun menjawab, "Lutut onta tidak sama dengan lutut tikus." Onta hanya tertawa mendengar jawaban tersebut.
Tikus menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa menyeberangi sungai itu. Nekad menyeberang berarti sama dengan mati dibawa arus. Kemudian tikus memohon kepada onta untuk membawanya menyeberang. Melihat wajah tikus yang memelas itu, onta tidak kuat hati dan menyuruh tikus menaiki punggunnya. Onta membawa tikus itu menyeberang sungai. Dan setelah itu, onta menasehati tikus untuk tidak sombong dan tidak melakukan hal-hal yang bukan pekerjaannya.

Suatu pelajaran yang berharga bahwa kita hidup didunia ini tidak boleh sombong dengan apa yang sudah dititipkan dan diberi Tuhan kepada kita. Sebagai makhluk sosial kita hidup saling ketergantungan dengan orang lain, kita saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada makhluk yang sempurna kecuali Tuhan.

Kamis, 26 Mei 2011

Stereotatic Radio Surgery (SRS)


Stereotatic Radio Surgery adalah bentuk khusus dari terapi radiasi tanpa melakukan operasi. Stereotatic Radio Surgery memungkinkan terfokusnya sumber dengan tepat, dosis tinggi berkas x-ray yang akan dikirim ke area kecil dan terlokaliasasi pada daerah otak. Hal ini digunakan untuk mengobati otak kecil dan tumor sumsum tulang belakang (baik tumor jinak maupun ganas); kelainan pembuluh darah diotak; menentukan area kanker; tumor kecil tertentu di paru-paru dan hati; dan masalah neurologi seperti gangguan pergerakan.

Perbedaan SRS dengan terapi konvensional
Terapi radiasi sinar eksternal konvensional-bentuk paling umum dari terapi radiasi- pemberian dosis penuh ke tumor dan beberapa jaringan otak yang ada di sekitar tumor. Untuk beberapa alasan, target area untuk radiasi konvensional secara sengaja menyertakan perbatasan (yang disebut “margin”) dari  jaringan normal otak disekitar tumor. Alasan ini termasuk batas tumor yang tidak merata, resiko penyebaran tak terlihat dari tumor ke jaringan sekitarnya., ukuran tumor yang besar, atau adanya beberapa tumor. Zona ini lebih besar dari radiasi dosis penuh meliputi perbatsan tumor dimana sel-sel mikroskopik tumor mungkin terletak. Karena jaringan normal otak termasuk kedalam area dosis penuh, radiasi konvensional harus dibagi menjadi bagian kecil dosis harian sehingga jaringan noramal otak dapat mentoleransinya. Akibatnya, untuk mencapai dosis sesuai  yang diinginkan dibutuhkan beberapa minggu dari tindakan harian. Radio Surgery memfokuskan berkas radiasi lebih dekat ke tumor dibandingkan berkas radiasi eksternal konvensional. Hal ini memungkinkan untuk dibantu dengan peralatan komputer yang sangat canggih. Sebuah bingkai kepala atau sunkup muka yang untuk pengobatan ini memungkinkan set-up/pengaturan yang sangat tepat, terlokalisasi dan pengobatan tumor dengan baik. Penggunaan komputer canggih dalam perencanaan tindakan, radiosurgery meminimalkan jumlah radiasi yang diterima oleh jaringan normal dan sumber radiasi bisa lebih terfokus pada daerah yang akan mendapatkan tindakan/diobati. Karena terapi radiasi konvensional menngenai lebih banyak jaringan normal, itu hanya sering bisa digunakan dalam satu kali tindakan. Radiosurgery, bagaimanapun, dapat dipertimbangkan untuk re-iradiasi dan kemungkinan menghindari daerah yang sebelumnya mendapatkan tindakan.

Jenis-jenis peralatan Radio Surgery
Ada tiga jenis peralatan umum yan digunakan pada saat tindakan radiosurgery : sebuah sistem yang telah dilengkapai dengan sumber radiasi, seperti pisau gamma (Gamma Knife); Linac (Linear Accelarator); dan Cyclotrons.

Gamma Knife/pisau gamma
Gamma knife adalah sebuah dedikasi unit radiosurgery yang terdiri dari 201 sumber radiasi berupa Co-60 yang dapat difokuskan komputer seluruhnya ke area tunggal dari otak.
Gambar 1. Gamma Knife


Linear Accelerator
Linac adalah mesin yang digunakan untuk mengirimkan berkas radiasi eksternal pada terapi konvensional. Sebuah Linac dapat dimodifikasi untuk mengirimkan enrgi tunggal yang tinggi computer-shaped beam (berkas radiasi yang bentuk dapat diatur melalui koputer) ke tumor, atau sebuah linier accelerator yang diproduksi secra khusus untuk digunakan dalam radiosurgery.
  Gambar 2. LINAC


Proton Beam Radiosurgery
Cyclotron adalah reaktor nuklir yang dapat memanfaatkan penumbukan elektron untuk menghasilkan/melepaskan proton, neutron dan berkas ion helium yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan radiosurgery. Hanya sedikit mesin ini yang digunakan.
 Gambar 3. Cyclotron 

Tujuan dari Radio Surgery
Secara umum, tujuan dari berbagi macam bentuk radioterapi untuk mengurangi/menyusutkan dan mengahncurkan sel-sel tumor. Beberapa jenis tumor dapat disembuhkan dengan mengunakan radioterapi, sedangkan yang lainnya hanya dapat dikontrol. Pada situasi dan kondisi tertentu dimana tumor tidak mengalami penyusutan dalam responnya terhadapa radiosurgery tetapi tetap dapat disembuhkan. Ini adalah keadaan umum untuk pasien dengan tumor otak jinak tertentu. Karena radiosurgery merupakan pengobatan yang terfokus tinggi, bentuk radioterapi ini sangat berguna dalam kondisi dimana tumor ukurannya kecil dan terlokalisasi pada area tertentu. Meskipun definisi kecil sangat berbeda setiap instansi kesehatan, tumor kecil secara umum berukuran 3 cm (sekitar 1 ¼ inchi) atau berdiameter kecil.

Radio Surgery dapat digunakan untuk otak dan saraf tulang belakang. Itu dapat digunakan untuk pengobatan berbagai macam tumor jika tumor berukuran kecil dan jumlahnya terbatas. Kadang-kadang, radiosurgery digunakan untuk mengobati tumor yang tidak dapat dibuang, hanya hanya sebagian kecil yang dapat dibuang melaui operasi. Selain itu, radiosuregry dapat juga digunakan sebagai “peningkatan” lokal pada tahap ujung berkas eksternal radioterapi konvensional.

Sumber:
http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=stereotactic
http://departments.knox.edu/physicsdept/Projects/Projects.htm
http://www.insidestory.iop.org/radio.html
http://www.tdwclub.com/tag/gamma-knife/

Rabu, 11 Mei 2011

Kamera Gamma

Bagaimana Sejarah Kamera Gamma?
Peralatan Kamera Gamma merupakan alat yang digunakan pada penggambaran medikal nuklir atau disebut dengan nuclear medicine, untuk melihat dan menganalisa atau mendiagnostik gambaran dari tubuh manusia dengan cara mendeteksi berkas radiasi dari radioisotop yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Rancangan dasar dari kebanyakan kamera gamma yang digunakan saat ini dikembangkan oleh Hal Anger, seorang fisikawan amerika pada tahun 1957. Dan oleh karena itu seringkali disebut dengan kamera anger. Sebelum itu sistem pencacahan konvesional mulai dikembangkan oleh Copeland dan Benjamin tahun 1949.

Bagaimana Prinsip Kerjanya?
Peralatan Kamera Gamma terdiri dari 3 bagian utama yaitu bagian deteksi, bagian pencitraan dan bagian mekanik. Bagian deteksi terdiri dari detektor Kristal sintilator NaI(Tl), penguat awal dan bagian pengolah sinyal, dari bagian ini dihasilkan sinyal berbobot posisi X, Y dan Z. Bagian pencitraan terdiri dari modul antar muka dan perangkat lunak akuisisi dalam komputer, bagian ini mengolah sinyal masukan menjadi suatu citra obyek. Sedang bagian mekanik terdiri dari beberapa sistem mekanik beserta kontrol penggerak mekanik.

Gambar 1. Blok Diagram Kamera Gamma

Pemakaian alat untuk pemeriksaan pasien secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut. Mula­mula pasien dilakukan penanganan klinis sesuai dengan kasus yang dideritanya, kemudian pasien ditempatkan pada meja pasien, detektor diarahkan kebagian organ yang diperiksa. Detektor akan mendeteksi zarah radiasi yang dipancarkan oleh isotop yang terakumulasi dalam organ pasien. Pulsa­pulsa listrik yang dihasilkan oleh detektor akan dikuatkan oleh rangkaian penguat awal, oleh bagian pengolah sinyal pulsa tersebut dibobotkan kedalam bentuk sinyal posisi berdimensi X dan Y. Selain itu, pulsa keluaran detektor juga dicek kebenarannya sebagai bobot energi oleh penganalisis tinggi pulsa (Single Chanel Analyzer), sehingga pulsa yang sesuai dengan bobot energi isotop saja yang dilewatkan, oleh teknik logika pulsa ini dibentuk menjadi sinyal Z. Sinyal X, Y dan Z yang dihasilkan,diumpankan ke bagian masukan modul antarmuka pencitraan untuk diubah menjadi sinyal digital agar dapat dipahami oleh perangkat lunak akuisisi pada komputer. Hasil perekaman data akan dicitrakan oleh perangkat lunak akuisisi Medicview menjadi citra organ pasien, selanjutnya citra organ ini dilakukan analisis menggunakan studi pasien, pengolahan data citra, penyimpanan file, pelaporan dan pengiriman file kepada dokter maupun bagian lain untuk penanganan lebih lanjut. 

Dasar-Dasar Kamera Gamma
Sinar gamma dipancarkan oleh sebuah nuklida melewati sebuahc oll imator untuk menghasilkan kilatan citra didalam sebuah cakram detector yang dibentuk oleh Kristal Sodium Iodide. Sistem kamera sintilasi menentukan sebuah lokasi di tiap peristiwa sintilasi dan kemudian menghasilkan titik fokus cahaya yang baik pada posisi yang bersesuaian dari tabung sinar katoda. Gambar yang dihasilkan masih memiliki akurasi dan karakteristik yang belum bagus. Ini memerlukan pemrosesan sinyal lanjut yang mampu memperbaiki distorsi yang terjadi pada citra sehingga dihasilkan citra kualitas yang bagus. Gambar 2. menunjukan bentuk dari citra dalam kristal kamera dengan sintilasi yang dihasilkan dari penyerapan sinar gamma.


Gambar 2. Citra dalam kristal kamera dengan sintilasi yang dihasilkan dari penyerapan sinar gamma

Collimator terdiri dari sejumlah besar timbal dengan beberapa lubang paralel yang memiliki tampang lintang yang sama. Jumlah sinar gamma yang diterima oleh beberapa daerah kristal secara langsung sebanding dengan jumlah nuklida yang ditempatkan dibawah organ. Karena sinar gamma memancar ke segala arah, maka hanya persentase kecil (biasanya 0.01%) dari sinar yang dipancarkan oleh organ tersebut yang mampu dideteksi dan mampu membentuk citra. Sinar gamma yang dipancarkan dari tubuh pasien ditangkap oleh kristal­kristal sintilasi berdiameter besar (NaI(Tl)) setelah melalui suatu kolimator. Guna kolimator adalah untuk memberikan penajaman pada citra karena hanya melewatkan sinar gamma yang searah dengan orientasi lubang kolimator dan menahan gamma hamburan. Sedangkanshie ld timbal menjamin hanya sinar gamma yang datang dari tubuh pasien saja yang dideteksi. Ketika suatu photon gamma berinteraksi dengan kristal sodium iodida yang diaktivasi oleh Thallium (NaI(Tl)) maka dihasilkan pulsa pancaran cahaya (fluorescent light) pada titik interaksi yang intensitasnya sebanding dengan energi sinar gamma.

Pulsa pancaran cahaya tersebut kemudian dideteksi dan dikuatkan oleh setiap PMT sepanjang permukaan belakang kristal, dimana tabung dengan jarak terjauh menerima cahaya lebih kecil dari pada tabung yang terdekat Efisiensi kristal ini untuk mendeteksi sinar gamma dari xenon 133 (81 keV) dan technetium 99m (140 keV) adalah mendekati 90%, artinya hanya 10% dari foton gamma yang melalui kristal yang tidak menghasilkan suatu pulsa cahaya. Posisi dari kilatan cahaya ditentukan dengan melihat bagian belakang kristal yang terdiri dari Photomultiplier tubes (PMT).


 Gambar 3. Kamera gamma komersial menggunakan 37 PMT yang disusun sedemikian rupa.

Sebuah pipa cahaya transparan disediakan untuk optical coupling PMT ke kristal. Karakteristik optik dari pipa cahaya tersebut memiliki pengaruh yang sangat penting dalam resolusi kamera dan keseragaman medan. Pulsa arus keluaran dari tiap – tiap PMT diterapkan ke masukan tiap – tiap preamplifier yang memperkuat dan membentuk pulsa sebelum dikirim untuk pemrosesan lebih lanjut. Sinyal keluaran preamplifier adalah tegangan yang memiliki tinggi pulsa yang sebanding dengan arus dari PMT dan energy radioaktif yang masuk ke detektor. Lintang sinyal diset pada level ambang sebagai umpan pada summing ampllifiers yang merubahsinyal tersebut menjadi empat posisi koordinat sinyal yakni X+ , X­, Y+, Y­ dan sinyal energi total ZT juga dibuat untuk menormalisasi sinyal – sinyal tampilan (±X ,±Y) sehingga citra organ yang ditampilkan pada layar benar – benar replica dari organ asal.

Akuisisi citra static pada kamera gamma analog digambarkan sebagai berikut : misalkan pada koordinat X,Y (45,18) ada pulsa dengan cacah sama dengan N. Sinyal – sinyal tersebut dilewatkan pada rangkaian ADC. Bilangan desimal 45 dan 18 dikonversikan ke bilangan digital sehingga posisinya dapat dipastikan pada system video display dan apabila terjadi pulsa – pulsa diposisi koordinat 48,18 pada kristal maka hasil cacahnya diakuisisi di lokasi yang sesuai pada layar display. Sinyal koordinat X dan Y dapat langsung dikirim ke peralatan penampil gambar atau direkam oleh komputer, sedangkan sinyal Z diolah oleh penganalisis tinggi pulsa (PHA). Titik cahaya dapat dimunculkan pada layar monitor hanya apabila pulsa energinya ada pada daerah jendela yang diatur sebelumnya (preset window) dari PHA dengan koordinat titik cahaya ditentukan oleh sumbu X dan Y.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Gamma_camera
Makalah Instrumentasi Nuklir Kamera Gamma Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Nasional Yogyakarta